Tuesday, July 21, 2015

Tepung dan Minyak Goreng

Ada seorang nenek yang sedang mengantri di sebuah toko. Nenek itu tersenyum setelah mendapatkan seliter minyak dan sekantong kecil tepung. Dalam perjalanannya pulang, nenek itu berbincang dengan seorang pemuda yang berada di sebelahnya.

“Hendak menyeberang Nak?” tanya nenek.

“Iya, Nek. Mari menyeberang bersama saya, kebetulan saya mau makan di seberang jalan,” jawab pemuda itu.

“Mengapa tidak makan di rumah?”

“Ibu hanya memasak nasi goreng dan saya malas untuk memakannya.”

“Nenek baru akan membuatkan tepung goreng untuk cucu nenek. Sepuluh ikat kayu bakar baru saja laku setelah dua hari nenek menjualnya di pasar dan uangnya nenek belikan tepung dan minyak. Cucu nenek tak pernah makan nasi, karena memang nenek tak sanggup untuk membelikannya. Hanya ubi hasil kebun di belakang rumah yang menjadi makanan utama kami.”

Pemuda itu kembali ke rumahnya setelah menyeberangkan si nenek. Pemuda ini merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan nasi goreng buatan ibunya. Pemuda ini menjadi sadar bahwa masih banyak orang-orang yang hidupnya susah, sedangkan dirinya hanya tinggal menyantap hidangan yang dibuatkan oleh ibunya dengan penuh cinta.

Apapun yang dibuat ibumu, sekalipun dari bahan-bahan masakan yang sederhana, ingatlah bahwa dia sudah membuatnya dengan rasa cinta. Meski rasanya mungkin ga seberapa, tapi cintanya untukmu tetap tak terbatas. Hargailah dia dan apapun yang dia lakukan buatmu.