Sunday, June 14, 2015

Saat Suami Selamatkan Dirinya Sendiri


Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci utk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya dapat menatap kepadnya sambil meneriakkan sebuh kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya kepada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu !” “Kamu tahu aku buta!” “Kamu egois!” “Tdk tahu malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut & bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”

Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis/ kritis.”

Guru itu menatap seluruh kelas & berkata, “Jawaban ini benar.”

Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam & sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa saat orgtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis/ kritis & akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup.  Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”

Cerita itu selesai & seluruh kelas pun terdiam.

Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan & kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti. Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar & kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Ada kalanya kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan sulit dalam kehidupan. Tapi kita harus mampu melihat jauh ke depan dan menemukan apa yang menjadi tujuannya. Sama seperti kisah di atas, demi anak mereka, sang istri berkorban dan suami terlihat seperti orang yang tega meninggalkan istrinya di kapal yang tenggelam. Bagi orang luar, itu kejam tapi kadang hal seperti itulah yang diperlukan, ketika kita tahu tujuannya.

Sama seperti mendidik anak. Mungkin kita terlihat sebagai orang tua yang kejam saat kita tidak memperbolehkan mereka makan permen tapi itulah yang diperlukan. Mungkin kita akan terlihat kejam di mata mereka, saat kita melarang mereka main di luar rumah yang lalu lintasnya banyak. Tapi selama kita tahu tujuannya apa dan hal itu memang berguna bagi masa depan sang anak, terapkan hal itu.